Artikel Pustaka Nilna

Jumat, 22 Januari 2010

MENCURI IDE BISNIS

ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) bukan barang baru lagi di Indonesia, bahkan seakan menjadi salah satu syarat meraih keberhasilan, termasuk dalam bisnis. Apakah ini bisa dikatakan mencuri ide bisnis ? Meski berat, tapi memnag arahnya ke sana. Paling tidak, mencuri ide bisnis menjadi sangat mudah karena :
· Tidak perlu repot-repot menentukan bisnis apa yang akan dibangun
· Tidak perlu susah menentukan target pasar
· Tidak perlu sulit merumuskan program promosi
· Tidak perlu menganalisa dari awal tentang kendala-kendala bisnisnya
· Bahkan, kita bisa “kecipratan” nama besar dari bisnis yang kita curi
Secara umum mencuri ide bisnis terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Sebagian, mungkin ide bisnis yang dicuri jenis bisnisnya saja, program promonya saja, pelayanannya saja, dan lain-lain. Misal: Kita melihat teman kita ada yang punya bisnis toko online produk-produk muslim, dan ternyata sukses. Kemudian kita mengikuti jejaknya dengan membuka toko online yang serupa, yaitu menjual produk-produk muslim. Dan kita lakukan “ATM” pada bisnis kita, kita modifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki citra sara yang berbeda dari toko online teman kita. Ini contoh mencuri ide bisnis dari segi jenisnya.
2. Keseluruhan atau hampir keseluruhan. Nah, tetap dengan contoh yang sama. Apabila kita tidak melakukan “ATM” pada toko online kita, atau hanya sebagian kecilnya saja, bahkan, kita jiplak kata-kata yang ada di toko online teman kita, maka kita termasuk mencuri ide bisnis secara keseluruhan atau hampir keseluruhan.
Memang mempraktekkan “ ATM” alias mencuri bisnis ini hal yang mudah dan tidak bisa disalahkan karensa setiap orang memang punya hak mencari penghidupan untuk menyambung nyawa ekonominya. Namun, hal ini seakan menabrak nilai moral dan etika. Yah…siapa yang tidak akan jengkel jika ide bisnisnya mulai dijiplak orang lain ? Kita pun jika pada posisi sama, tentu gerah. That so, mari kita tingkatkan jiwa kreatifitas bisnis kita dengan mencoba berkreasi menciptakan bisnis yang orisinil. Jika terpaksa “ATM” pada perusahaan lain, paling tidak, sebagian kecil saja.

Mengenali Pelanggan.

Pertama, penampilan. Banyak informasi yang dapat kita tangkap dari penampilan seseorang, seperti jenis kelamin, umur, agama, warna favorit, suku bangsa dan lain-lain. Gaya bicara juga bisa menjadi salah satu sumber informasi untuk mengetahui suku bangsa pelanggan. Ingat, jangan mudah mengucapkan panggilan ibu atau bapak jika yang anda hadapi masih terbilang muda, yaitu di bawah 25 tahun.
Kedua, biodata. Biodata ini khusus bagi bisnis yang memiliki data pelanggan. Pelanggan dianjurkan atau bahkan diwajibkan mendaftar jika ingin membeli produknya. Dengan biodata kita dapat mengetahui lebih jauh profil pelanggan, seperti status pernikahan, tanggal lahir, alamat dan lain-lain tergantung data yang diminta pada form pendaftaran. Info dari biodata ini bias kita selingi ketika dalam percakapan dengan pelanggan. Tapi tentunya tidak perlu banyak menanyakan atau menyampaikan informasi tentang profil pelanggan karena tidak banyak orang yang menyukai ketika data dirinya diketahui orang lain. Mungkin sangat menyenangkan ketika kita cukup memberi ucapan ketika pelanggan berulang tahun.
Ketiga, data pembelian. Maksudnya adalah, data pembelian seorang pelanggan di toko kita. Setelah kita memiliki biodata pelanggan, sepatutnya kita juga menyimpan data pembelian pelanggan. Selain untuk kepentinga laporan pejualan, data ini bisa kita gali untuk mengetahui produk favoritnya. Dengan demikian kita bisa membuka pembicaraan tentang produk favorit dia, bahkan lebih jauh lagi kita bisa menawarkan produk-produk baru yang sekiranya masuk kategori produk favoritnya. Contoh: Ada seorang sales sedang berbincang-bincang dengan pelanggan yang suka membeli Sari Kurma. Diengah-tengah pembicaraan, sales bertanya "Oh iya bu, pernah nyobain ngga Sari Kurma dijadiin selai roti?" Pelanggan tersebut menyambut "Wah,belum tuh! Enak nggak?" Pembicaraan pun berlanjut. Nah, dari sana akan timbul rasa loyal dari pelanggan karena dia merasa diperhatikan, merasa kalau dia tidak salah beli produk dan tidak salah tempat untuk membeli produk tersebut.

Mengenali Pelanggan.

Pertama, penampilan. Banyak informasi yang dapat kita tangkap dari penampilan seseorang, seperti jenis kelamin, umur, agama, warna favorit, suku bangsa dan lain-lain. Gaya bicara juga bisa menjadi salah satu sumber informasi untuk mengetahui suku bangsa pelanggan. Ingat, jangan mudah mengucapkan panggilan ibu atau bapak jika yang anda hadapi masih terbilang muda, yaitu di bawah 25 tahun.
Kedua, biodata. Biodata ini khusus bagi bisnis yang memiliki data pelanggan. Pelanggan dianjurkan atau bahkan diwajibkan mendaftar jika ingin membeli produknya. Dengan biodata kita dapat mengetahui lebih jauh profil pelanggan, seperti status pernikahan, tanggal lahir, alamat dan lain-lain tergantung data yang diminta pada form pendaftaran. Info dari biodata ini bias kita selingi ketika dalam percakapan dengan pelanggan. Tapi tentunya tidak perlu banyak menanyakan atau menyampaikan informasi tentang profil pelanggan karena tidak banyak orang yang menyukai ketika data dirinya diketahui orang lain. Mungkin sangat menyenangkan ketika kita cukup memberi ucapan ketika pelanggan berulang tahun.
Ketiga, data pembelian. Maksudnya adalah, data pembelian seorang pelanggan di toko kita. Setelah kita memiliki biodata pelanggan, sepatutnya kita juga menyimpan data pembelian pelanggan. Selain untuk kepentinga laporan pejualan, data ini bisa kita gali untuk mengetahui produk favoritnya. Dengan demikian kita bisa membuka pembicaraan tentang produk favorit dia, bahkan lebih jauh lagi kita bisa menawarkan produk-produk baru yang sekiranya masuk kategori produk favoritnya. Contoh: Ada seorang sales sedang berbincang-bincang dengan pelanggan yang suka membeli Sari Kurma. Diengah-tengah pembicaraan, sales bertanya "Oh iya bu, pernah nyobain ngga Sari Kurma dijadiin selai roti?" Pelanggan tersebut menyambut "Wah,belum tuh! Enak nggak?" Pembicaraan pun berlanjut. Nah, dari sana akan timbul rasa loyal dari pelanggan karena dia merasa diperhatikan, merasa kalau dia tidak salah beli produk dan tidak salah tempat untuk membeli produk tersebut.

MASTER MIND DALAM BISNIS

Oleh :putwoto

Sehebat-hebatnya kita, pasti membutuhkan orang lain, terutama dalam dunia bisnis. Untuk itu, perlu pembentukan diri sebagai orang yang selalu siap memberi motivasi, menginspirasi mendukung, dan membantu pekerjaan orang lain. Sebaliknya, kita pun membutuhkan teman-teman yang selalu menyemangati, menginspirasi, mendukung, dan membantu pekerjaan kita. Dengan begitu, terciptalah kesuksesan bersama. Keseimbangan dan kekompakan ini yang biasa disebut kelompok mastermind. Istilah ini dipopulerkan oleh Napoleoan Hill di dalam bukunya "Think and Grow Rich". Filosofinya sederhana, dua kepala lebih baik dibanding satu kepala dalam hal memecahkan masalah atau menciptakan hasil.
Nah, mulailah membentuk kelompok mastermind dalam dunia bisnis anda. Misalnya, membentuk empat sahabat anda yang bukan hanya menjadi rekan bisnis, namun rekan diskusi secara rutin setiap akhir pekan atau minimal akhir bulan. Sampaikan segala curahan hati masing-masing dan semua problem yang dialami selama satu minggu terakhir. Mungkin masing-masing berkesempatan menyampaikan permasalahan atau curhatnya kurang lebih setengah jam. Lalu cobalah saling menggali solusi dan pengalaman masing-masing, tanpa ada yang mendominasi atau memonopoli. Dengan begitu, akan muncul beragam pendapat, masukan, maupun kritikan yang produktif. Pada akhirnya, terlahir solusi dan pemecahan atas semua masalah yang disampaikan.
Konsep mastermind ini memang lebih kepada sharing ilmu dan pengalaman untuk kemajuan dan kesuksesan bersama. Segeralah merintis pembentukan Kelompok Mastermind bersama sahabat anda dan raih keajaiban kekuatan sharing

Kamis, 21 Januari 2010

MENGAPA ANDA PERLU MEMULAI BISNIS ANDA SENDIRI

Karena tidak ada penghasilan yang lebih besar dan yang tidak terbatas sebagai pebisnis.
Dengan berbisnis Anda akan menjadi manusia yang seutuh-utuhnya manusia,
Anda menjadi penguasa atas waktu Anda


BISNIS APAKAH YANG MENJADI PILIHAN ANDA?
Dalam hidup ini, ada berapa macam jenis bisnis?


MENEMUKAN SEBUAH IDE BISNIS
DELAPAN CARA UNTUK MENGHASILKAN IdE BISNIS
Lihat file Bisnis & cari uang
Yang dibayar oleh orang yang kita Punya
Yang dibayar oleh orang lain dan Anda Bisa Lakukan
Yang dibayar oleh orang yang belum dikeTahuinya
Ide dibungkus dalam sebuah produk dan bisa ditukar dengan uang
Menjual produk yang banyak dibeli pelanggan
Menjual sesuatu yang diinginkan pasar, yang keberadaannya belum diketahui. Spt : workman
Menyusun ulang ide2 yang laku & yg pernah laku
Mencari ide dg jalan2 bahkan sampai ke luar negeri

MENGUJI IDE BISNIS ANDA
Menguji kepada orang-orang terdekat Anda, pada lingkup yang kecil dulu.

MENDIRIKAN BISNIS ANDA SENDIRI


Mungkin anda tidak perlu memulai bisnis anda sendiri
menjadi pribadi yang lebih positif
membangun sebuah karir yang menjanjikan
pindah kerja

mengapa anda perlu memulai bisnis anda sendiri?
Bisnis apakah yang menjadi pilihan anda?
Menemukan sebuah ide bisnis
delapan cara untuk menghasilkan ide bisnis
menguji ide bisnis anda

melindungi ide bisnis anda
karakteristik pribadi pemilik usaha
sebuah test praktis sifat-sifat kewirausahaan
22 dimensi pribadi kewirausahaan
menyiapkan diri bagi tekanan-tekanan kewirausahaan


tuntunan untuk memulai penerapan ide bisnis baru
menetapkan definisi produk dan pelayanan anda
menetapkan profil persaingan di bisnis yang akan anda masuki
menetapkan keunggulan bersaing dari bisnis anda
menetapkan siapa yang akan membeli dari anda
alternatif jalan besar dalam memulai bisnis
menetapkan model bisnis anda
merancang strategi pendapatan dan keuntungan anda
merancang kelanjutan usaha anda
menetapkan struktur biaya dan perhitungannya
menyusun perkiraan kemampuan menjual
meramalkan volume penjualan anda
mengelola kemampuan anda untuk membangun keuntungan
merancang organisasi yang memaksimalkan kesempatan untuk berhasil dalam dua tahun mendatang
menetapkan lokasi bisnis anda
merancang anggaran usaha anda
mendapatkan dukungan keuangan yang anda butuhkan
menetapkan bentuk hukum dari usaha anda
xviii. Kompetensi ceo
urutan aktifitas pemilik usaha dalam tahun pertama
menyusun rencana usaha

Ide Usaha Bisnis Rumahan

Usaha Rumahan >> Hasil Jutaan